Selasa, 19 Maret 2013

KEMITRAAN TNI-BKKBN Panglima TNI: Berbahaya jika Penduduk Tak Dikendalikan



Jakarta,   Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, mene­gaskan TNI tetap mendukung pelaksanaan program kependudukan dan KB. Sudah terbukti program KB menjadikan keluarga sejah­tera, peningkatkan ekonomi, dan meningkatkan daya saing dengan internasional.

"Jika penduduk tidak di­kendalikan, bisa berbahaya, seperti kurangnya pelayanan kesehatan dan pendidikan. Selain itu, penduduk yang besar dan penyebaran pen­duduk tidak seimbang akan berpengaruh pada keamanan pertahanan bangsa," kata Panglima TNI dalam sambu­tan tertulis yang dibacakan Aster Panglima TNI Mayjen TNI S. Widjonarko, pada Ra­pat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kemitraan dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Hotel Horison Bekasi, Jawa Barat, kemarin.

Menurut Panglima TNI, TNI akan tetap konsisten membantu revitalisasi Pro­gram Kependudukan dan KB Nasional untuk memper­cepat pencapaian sasaran Pembangunan Kependuduk­an dan KB menuju Penca­paian MDGs 2015.

Ini mengingat Survei De­mografi dan Kesehatan In­donesia (SDKI) 2012 menun­jukkan hasil yang kurang menggembirakan, di mana total fertility rate (TFR) masih tercatat 2,6 yang berarti ma­sih stagnan dari kondisi SDKI 2007. Begitu pula de­ngan kondisi CPR dan unmet need hasil SDKI 2012 belum menunjukkan perubahan yang berarti. 

Menurut Agus Suharto­no, kemitraan BKKBN-TNI menjadi titik berangkat bagi pengembangan program dan kegiatan dalam rangka membantu percepatan pembangunan kependudukan dan keluarga berencana (KKB), yang memiliki efek domino bagi peningkatan akses dan kualitas pendidik­an, kesehatan, serta bagian integral penanggulangan ke­miskinan dan menjadi pe­nunjang bagi perluasan ke­sejahteraan lainnya.

Bila melihat ke belakang, berbagai program sudah dila­kukan bersama antara BKK­BN dengan TNI seperti yang selalu rutin dilakukan adalah Bakti Sosial KB Kesehatan. Sejarah mencatat, kiprah TNI dalam program KKB dimulai sejak 1967 dan terus ber­kembang mengikuti dinamikan masyarakat dan ling­kungan strategis yang ada.

Bahkan bukti dukungan TNI terhadap program KKB tahun lalu, diwujudkan de­ngan pengerahan sebanyak 48.640 anggota Babinsa TNI di seluruh Indonesia yang akan dilibatkan sebagai Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Mereka akan bergabung dengan 21 ribu PLKB guna menurun­kan laju pertumbuhan pen­duduk dan meningkatkan kualitas penduduk.

Selain itu penggarapan KB Kepulauan dengan mem­berdayakan Satuan Koman­do Kewilayahan di kepulauan, Rumah Sakit Tera­pung TNI AL, juga dengan memanfaatkan operasi rutin yang dilaksanakan, seperti TNI AD dengan Manunggal Membangun Desa (TMMD), TNI AL dengan Surya Bhaskara Jaya, dan TNI AU de­ngan Pelangi Nusantara.

Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Sudibyo Alimoeso menegaskan, tahun 2013 ini posisi program KKB dalam konteks pembangunan na­sional semakin strategis, ka­rena berbagai masalah kependudukan akan sangat mempengaruhi kinerja pembangunan. (Singgih BS), Sumber Koran: Suara Karya (19 Maret 2013/Selasa, Hal. 04)