Senin, 25 Maret 2013

Nilai kebangsaan agar dijaga

Jakarta,     Ibu Negara Ani Yudhoyono meminta segenap lapisan masyarakat bang­sa ini agar menjaga nilai-nilai kebangsaan. Dia juga berharap nilai-nilai kebangsaan itu diaktualisasikan kapan pun dan dimana pun sebagai roh bangsa untuk terus hidup dan maju di masa depan.

"Kita akui Indonesia rent­an akan konflik sosial. Oleh karena itu nilai kebangsaan harus tetap dipertahankan dengan baik," kata Ani Yudhoyono dalam acara silatur­ahmi dengan peserta Semi­nar dan Workshop Sekolah Kartika seluruh Indonesia di Istana Presiden, Jakarta, Sabtu (23/3).

Ia mengemukakan con­toh-contoh nilai kebang­saan yang harus dipeliha­ra adalah gotong royong/solidaritas, dan toleransi. Nilai nilai itu tidak boleh luntur sekalipun global­isasi dan virus individualistis menyerang bangsa ini.

SAMBUT BAIK
Pada kesempatan sama. Ketua Pembina Yayasan Kartika Jaya Ibu Kiki Gayatri Edhie Wibowo, menyambut baik semangat Ibu Ani bagi dunia pendidikan. Menu­rutnya, sekolah Kartika merupakan wujud peng­abdian dari keluarga be­sar TNI-AD sebagai upaya mengatasi keresahan ke­luarga prajurit yang ditu­gaskan ke daerah terten­tu dan daerah tersebut belum memiliki sekolah seperti di perkotaan.

Yayasan Kartika Jaya memiliki 733 sekolah di seluruh Indonesia. Ya­yasan ini diprakarsai almarhumah Tien Soeharto pada 7 Juli 1967.

Mendampingi Ibu Ani dalam silaturahmi ini pengurus Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Oke Hat­ta Rajasa, Ratna Djoko Suyanto, dan Sylvia Agung Laksono. Dari Ya­yasan Kartika hadir Ket­ua Pembina Yayasan Kar­tika Jaya Kiki Gayatri Edhie Wibowo, dan Pena­sihat Dra Niniek Sri Subandini. (aby/bu), Sumber Koran: Pos Kota (24 Maret 2013/Minggu, Hal. 05)