Rabu, 20 Maret 2013

Direktur PDUP: Pengeroyok Ada Oknum Polri dan TNI



Penulis : Kontributor Ciamis, Irwan Nugraha | Selasa, 19 Maret 2013 | 19:12 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Korban pengeroyokan Direktur PDUP Kabupaten Tasikmalaya Tino Rilantino mengatakan, para pelaku penganiayaan kepada dirinya diduga terdapat oknum aparat hukum sebagai deking pengusaha pasir besi berinisial M. "Saya pada kenal anak buahnya pelaku, dan yang mengeroyok saya memang ada oknum anggota Brimob dan TNI," jelas Tino, kepada Kompas.com, Selasa (19/3/2013).

Menurut Tino, sebelum dirinya menjabat sebagai kepala PDUP. Ia mengaku pernah bekerja kepada pelaku sebagai pengusaha tambang pasir besi di kawasan Pantai Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Sehingga, dirinya mengetahui sepak terjang si pelaku. Penganiayaan kepadanya terjadi diduga akibat permasalahan bisnis tambang pasir besi. "Dikira saya akan menutup tambang pasir besi milik si pelaku. Padahal kan yang berwenang adalah dinas pertambangan dan energi," terang Tino.

Sementara, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polisi Resort Tasikmalaya Candra Sasongko menyatakan, pihaknya telah memeriksa oknum kesatuan Brimob yang ikut melakukan penganiayaan terhadap korban. Sedangkan, oknum TNI yang terlibat pun telah diperiksa oleh instansi terkait.

"Kami sudah menetapkan dua orang tersangka. Kami juga telah memeriksa oknum Brimob yang terlibat kasus ini. Sedangkan, oknum Brigif telah diperiksa oleh instansi terkait," tegas Candra.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Tasikmalaya telah siap melimpahkan berkas kasus penganiayaan Dirut PDUP Kabupaten Tasikmalaya kepada kejaksaan. Tino diketahui telah dipukuli sekelompok orang dan salah satu pengusaha pasir besi di Kawasan Pantai Cipatujah, Tasikmalaya, Senin (11/3/2013) malam.

Penganiayaan yang dialaminya terjadi di salah satu vila kawasan Cipatujah, setelah bertemu rekan bisnisnya. Saat akan pulang, ia dihadang sekitar delapan orang menggunakan tiga mobil di depan gerbang masuk vila. Awalnya, empat orang menghampirinya dan memukul bagian wajah dan badan, sampai jatuh ke sebuah parit. Tak lama kemudian, salah seorang bos usaha penambangan pasir besi berinisial M kembali memukulinya menggunakan alat berupa keling besi.