Rabu, 13 Maret 2013

Bursa Demokrat-1 Panas

Jakarta,     Majelis Tinggi Partai Demokrat memutuskan menggelar kongres luar biasa (KLB) untuk mengisi kekosongan kursi ketua umum sepeninggal Anas Urbaningrum. Sejumlah nama yang digadang-gadang akan bersaing dalam KLB yang ren­cananya digelar akhir Maret ini mulai mencuat.

Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, banyak nama yang layak dari internal maupun luar Demokrat untuk diusung menjadi ketum. Namun, secara pribadi ia menjagokan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Kepala Staf Angkatan Darat Pramono Edhie Wibowo.

"Saya inginnya Gita Wirja­wan, muda bersih dan cukup concern atas masalah kebangsaan," ujar Ramadhan di Kompleks Par­lemen Senayan Jakarta, Senin (11/3). Sosok Gita, menurut Ra­madhan, cukup diterima di kala­ngan petinggi Cikeas.

Gita dianggap memiliki jejak rekam yang sangat bagus dan di­pandang mampu menjalankan roda organisasi dengan baik. Selain itu, Partai Demokrat saat ini membutuhkan pemimpin yang .memiliki integritas, bersih, dan tegas.

Ramadhan juga menyebut na­ma Pramono Edhie sebagai sosok yang pantas dicalonkan. Ini lan­taran kesederhanaan serta ke­mampuan komunikasi dengan rakyat yang dimiliki Pramono. Meskipun begitu, Pramono masih terikat jabatan sebagai KSAD hingga Mei 2013 nanti.

Ramadhan mengungkapkan, dari internal Demokrat, nama Marzuki Alie masih menjadi pilihan teratas. Menurut dia, Marzuki ter­bilang tegas dan bagus kinerjanya.

Posisi ketua DPR yang diemban Marzuki bisa menjadi penghalang. Posisi tersebut, lanjut dia, tidak mungkin ditinggal begitu saja oleh Marzuki karena tanggung jawab sebagai pimpinan DPR tidak bisa dilepas begitu saja.

Selain Marzuki Alie, sosok mantan ketum Demokrat Hadi Utomo, menurut Ramadhan, juga mulai dimunculkan. Meski begitu, ia merasa masa untuk Hadi Uto­mo sudah lewat.

Ketua DPP Demokrat Achsanul Qosasi mengatakan, Gita se­benarnya bukan orang yang jauh dari Demokrat. "Gita Wirjawan sebenarnya kader Demokrat. Ka­lau nggak salah dia memang kader Demokrat,"' kata Achsanul.

Digelarnya KLB Partai De­mokrat terkait erat dengan dua hal. Yang pertama adalah berhentinya Anas Urbaningrum sebagai ketua umum setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Se­lanjutnya adalah kebutuhan men­desak Demokrat untuk menye­rahkan daftar caleg sementara (DCS) ke KPU paling lambat 9 April bulan depan. Pendaftaran ini, menurut undang-undang, mesti diteken oleh ketua umum dan sekretaris jenderal.

Wasekjen Partai Demokrat Saan Mustopa yang dikenal dekat dengan Anas juga melihat sejum­lah nama yang potensial mengisi posisi ketum. Di antaranya. Ketua DPD Aceh Mirwan Amir, Marzuki Alie, Direktur Eksekutif DPP Par­tai Demokrat Toto Riyanto, dan Sekjen Demokrat Edhie Baskoro.

Saan mengiyakan, tak tertutup kemungkinan ada calon eksternal yang akan bersaing akhir Maret nanti. Di antaranya Pramono Edhie dan Menteri Kordinator Po­litik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto.

Saan ikut disebut-sebut seba­gai salah satu tokoh dari kubu Anas yang akan diusung. Meskipun awalnya mengatakan tak berminat, Saan menegaskan tak bisa menolak bila pengurus dae­rah di DPC dan DPD mendorong dirinya. "Saya menunggu dari DPC dan DPD, kalau suara-suara DPD dan DPC kami pertimbang­kan," kata Saan.

Menangggapi nama-nama ca­lon ketua umum yang muncul be­lakangan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan, pengisi jabatan ke­tua umum harusnya mereka yang sudah mengerti Demokrat secara utuh. Menurut Max, sebaiknya calon ketua umum adalah kader yang sudah terbina selama sepu­luh tahun atau seumur dengan usia Demokrat. "Jangan baru ke­nakan jaket biru terus mau men­jadi pemimpin," kata Max. 

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dikatakan Max juga mendukung calon ketua umum dari internal. Mengutip SBY, Max mengatakan, sangat iro­nis jika Partai Demokrat yang di­sebut partai kader masih mencari pemimpin yang non kader.

Hal senada disampaikan poli­tikus senior Demokrat yang juga menjabat ketua Badan Legislatif DPR Ignatius Mulyono. Ignatius menutup kemungkinan calon ke­tua umum Demokrat diambil dari eksternal partai.

Ada dua kandidat kuat yang akan bersaing. Di antaranya ada­lah Marzuki Alie dan Menteri Ko­perasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop U KM) Syarief Hasan. "Kedua orang ini paling pantas. Nggak mungkin eksternal," kata Ignatius. (c60/m akbarwijaya/esthi maharani, ed: fftriyan zamzami), Sumber Koran: Republika (13 Maret 2013/Rabu, Hal. 03)