Selasa, 19 Maret 2013

Teroris Incar Markas TNI-Polri di Kwitang

Tribunnews.com - Senin, 18 Maret 2013 13:17 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Toni Harmanto menjelaskan, tujuh orang terduga teroris dan perampok toko emas di Tambora masuk dalam jaringan teroris Abu Umar.

"Mereka bagian dari kelompok Abu Umar. Awalnya, kami tidak tahu kalau mereka teroris. Karena awalnya kan mereka kasus curas di Tambora," ucap Toni, Senin (18/3/2013) di Mapolda Metro Jaya. Toni mengatakan dirinya masih belum mengetahui kapan kelompok ini akan meledakkan bom pipa tersebut. Namun sasarannya memang markas TNI-Polri di Kwitang.

"Kalau diledakkan masih belum tahu. Yang jelas, sasarannya markas polisi dan TNI. Rencananya sampai uang tercukupi dari perampokan emas hasilnya akan digunakan untuk melengkapi barang-barang seperti menambah peralatan dan bahan peledak," tutur Toni.
 
Diberitakan sebelumnya, polisi berhasil membekuk tujuh orang pelaku perampokan bersenjata api di Kampung Mustika Jaya RT 02/03, Bekasi dan di kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara. Tiga orang diantaranya terpaksa ditembak mati dalam penggerebekan tersebut. Tersangka yang meninggal dunia dalam penggerebekan tersebut berinisial M (ditangkap di Teluk Gong) serta A dan H alias P (ditangkap di Bekasi).

Sementara empat tersangka lain yang berhasil ditangkap hidup-hidup berinisial H (ditangkap di Teluk Gong), S, T, dan K (ditangkap di Bekasi). Para tersangka sendiri merupakan pelaku tindak pidana pencurian emas di kawasan Tubagus Angke RT 8/10, Tambora Jakarta Barat Minggu (10/3/2013) lalu.

Dalam penggerebekan tersebut polisi menyita 5 senjata api rakitan jenis Scorpion, 12 bom pipa aktif berdaya ledak rendah, 34 butir peluru kaliber 9 mm, 2 sepeda motor serta emas hasil rampokan. Sumber: www.tribunnews.com