Kamis, 21 Februari
2013, 17:20 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,
JAKARTA -- Pengamat Intelijen, Wawan Purwanto, menanggapi serius terkait
penyerangan kelompok bersenjata Papua yang menewaskan depalan anggota TNI di
dua tempat berbeda pada Kamis (21/2).Menurut Wawan, dalam penyerangan pertama
yang terjadi di distrik Tinggi Nambut, Puncak Jaya dan kedua di distrik Sinak,
Puncak Jaya memiliki tujuan yang sama.
Dia mengatakan,
tren penyerangan yang setahun belakangan umumnya menyasar anggota polisi,
kemudian kini berubah ke anggota TNI, layak dicermati.Keberingasan kelompok
tersebut dinilainya sebagai bentuk strategi gerilya yang pada akhirnya berujung
pada satu hal.
“Target fokus
kelompok ini bermaksud ingin menunjukan eksistensi kepada dunia bahwa mereka
masih sangat bertaji,” ujar dia saat dihubungi, Kamis.Hal ini dilihat dari
upaya merebut persenjataan anggota TNI yang jadi sasarannya.Tujuannya, kata
dia, untuk memenuhi cadangan amunisi mereka dalam menjaga eksistensi mereka.
Dia juga menilai,
penyerbuan yang dilakukan oleh kelompok tersebut selayakanya sebuah operasi
penyergapan.“Jadi ini bukan serangan dadakan, mereka sudah rencanakan ini sudah
lama."Karena itu, dia menyarankan agar TNI dan polisi waspada.Pasalnya,
serangan susulan bisa saja dilakukan oleh mereka.