Rabu, 26 Juni 2013

Kronologi Penyerangan TNI oleh Kelompok Bersenjata di Papua


Penulis : Kontributor Kompas TV, Alfian Kartono
Selasa, 25 Juni 2013 | 19:37 WIB

PAPUA, KOMPAS.com — Komandan Satuan Tugas (Satgas) Bantu Pos Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, bersama seorang warga sipil meninggal setelah diserang sekelompok orang tak dikenal saat melakukan patroli, Selasa (25/6/2013) siang.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, kejadian bermula pada pukul 09.00 WIT, rombongan Satgas Bantu dari Pos Kopassus Ilu yang dipimpin Letda Inf I Wayan Sukarta bersama Pratu Suprioto dan Prada Andi melakukan patroli dengan menggunakan mobil yang dikemudikan Tono. Rombongan berpatroli ke daerah kebun anggur Jigonikme, Distrik Ilu.

Dalam perjalanan kembali, sekitar pukul 14.00 WIT, rombongan dihadang sekelompok orang bersenjata di sekitar kebun anggur Jigonikme. Sempat terjadi baku tembak antara rombongan TNI dan kelompok bersenjata.

Dalam baku tembak tersebut, Letda Inf I Wayan Sukarta tertembak di bagian kepala. Sementara Pratu Suprioto dan Prada Andi berhasil meloloskan diri. Tono yang berusaha meloloskan diri juga tertembak oleh kelompok bersenjata tidak dikenal.

Sekitar pukul 16.00 WIT, bantuan dari Pos Satgas Bantu datang ke lokasi kejadian, tetapi tidak menemukan pelaku penyerangan yang sudah melarikan diri. Jenazah Letda Inf I Wayan Sukarta bersama jenazah Tono kemudian dibawa ke Pos Kopassus Ilu.

Dalam insiden ini, satu pucuk senjata Sig Sauer milik Letda Inf I Wayan hilang direbut kelompok bersenjata yang diduga dari kelompok TPN/OPM yang berbasis di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Inf Jansen Simanjuntak, yang dikonfirmasi Selasa (25/6/2013) malam, mengatakan, hingga malam ini pihaknya belum mendapatkan informasi dan sedang mengonfirmasi ke Komandan Kodim Puncak Jaya.

Editor : Farid Assifa