Kamis, 02 Mei 2013

TNI-Polri 'Sweeping' Buruh Purwakarta



Rabu, 01 Mei 2013, 19:10 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Aksi peringatan hari buruh (May Day) di Purwakarta, sempat diwarnai perselisihan. Perselisihan itu, terjadi saat puluhan bus yang mengangkut ribuan buruh, di-sweeping oleh sejumlah aparat kepolisian.

Sweeping itu, berlangsung di sekitaran perempatan Cikopo, tepatnya sebelum rombongan memasuki gerbang tol Jakarta-Cikampek. Keterangan yang dihimpun, puluhan bus pengangkut buruh itu sempat tertahan beberapa lama.

Tertahannya rombongan buruh ini, disebabkan petugas gabungan dari polisi dan TNI melakukan pemeriksaan barang bawaan para buruh. Sempat terjadi ketegangan antara buruh dengan aparat gabungan dari Polda Jabar dan Polres Purwakarta yang dibantu anggota TNI tersebut di gerbang Tol Cikampek.

Adu argumen pun tak bisa dihindari, saat kendaraan yang ditumpangi mereka ditahan sesaat, sebelum masuk tol. Kompol Pramukarno, perwira kepolisian Polda Jabar, mengatakan, sweeping ini sengaja dilakukan untuk menghindari adanya barang terlarang serta senjata tajam yang akan masuk Jakarta.

Selain itu, pemeriksaan kelengkapan dan kelayakan jalan kendaraan juga menjadi prioritas pemeriksaan aparat gabungan ini. "Sweeping ini, bukan aksi penghadangan," ujarnya, Rabu (1/5).

Aparat bukan melakukan penghadangan, tetapi menertibkan. Sebab berdasarkan kesepakatan, buruh tidak melakukan konvoi kendaraan dalam jumlah banyak. Buruh asal Purwakarta diperbolehkan berunjuk rasa di Jakarta. Dengan catatan, buruh yang pergi itu maksimalnya satu bus.

Akan tetapi, pada kenyataannya ada 20 bus yang berangkat ke Jakarta. Makanya, petugas melakukan pemeriksaan. Dengan kata lain, dalam pemeriksaan ini petugas hanya menertibkan atribut yang dibawa para buruh yang hendak berunjuk rasa. Selain itu, melarang buruh membawa barang berbahaya terutama senjata tajam.

Sementara Ketua PUK Garda Metal Purwakarta, Wandi, mengaku kecewa dengan aksi pemeriksaan petugas ini. Pemeriksaan ini, menghambat ruang gerak buruh. Sehingga, buruh dipastikan terlambat bergabung dengan demonstran lainnya di Jakarta. "Seharusnya buruh berangkat pukul 07.30 WIB. Tapi, sempat tertahan sampai sejam," jelasnya.