Rabu, 08 Mei 2013

Prajurit TNI AD Jaga Mapolres Sleman



Sleman,   Jajaran Polres Sleman dibantu personil dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) berupaya meningkatkan pengamanan markas setempat, pasca insiden pemukulan terhadap dua anggota TNI AD di sebuah toko swalayan Minggu (5/5).

Kepala Bagian Operasional Polres Sleman Kompol Herry Suryanto, Selasa (7/5), mengatakan pengamanan dilakukan selain dari personil kepo­lisian, juga dibantu oleh satu peleton dari personil Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista.

"Sejak Senin (6/6) malam sudah dimulai, dari pukul 00.00 hingga 05.00 WIB," tuturnya, seba­gaimana dikutip Antara.

"Bantuan personil TNI AD tersebut atas inisiatif dari Komandan Korem 072/Pamungkas," ucap Heny Suryanto.

Peningkatan pengamanan tersebut dilaku­kan setelah terjadi kasus dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista menjadi korban pemukulan warga Papua di Sebuah toko swalayan di Jalan Seturan, Sleman, Yogyakarta.

Dua anggota TNI AD tersebut yakni Praka Bathasar Lermatan dan Praka Silvester Tawurutubun mengalami luka di jari tangan dan wajahnya.

Dalam kasus tersebut, Polres Sleman menetap­kan dua tersangka pelaku penganiayaan terhadap dua anggota TNI tersebut.

Kapolres Sleman AKBP Hery Sutrisman, menje­laskan, dari pemeriksaan dan didukung alat bukti yang ada hanya dua orang yang terbukti melaku­kan penganiayaan dan pengerusakan.

Dua tersangka tersebut atas nama BL dan FR yang merupakan mahasiswa perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.

"Keduanya dijerat dengan pasal 351 KUHP. Selain penganiayaan dua tersangka juga mela­kukan perusakan. Mereka memecah kaca pintu 'mini market' (toko swalayan)," kata Hery.

Hery mengatakan, dalam pemeriksaan sementara motif dari kejadian tersebut masalah ketersinggungan saja.

"Saat itu salah satu pelaku BL dalam kondisi  terpengaruh minuman beralkohol dan tidur di sela rak pajang mini market. Sedangkan tiga te­mannya duduk-duduk di luar." katanya.

Salah satu korban kemudian membangunkan pelaku agar tidak tidur di dalam mini market. "BL kemudian tersinggung dan menanyakan ke kasir siapa yang membangunkannya. Oleh kasir diberi tahu bahwa yang membangunkan adalah salah satu korban," katanya.

Selanjutnya pelaku keluar dan sesat kemudi­an masuk lagi dengan membawa batu dan me­mukul kaca pintu. "Pelaku juga menyerang dua korban dengan menggunakan kayu dan batu." katanya.

Dua korban adalah anggota TNI AD Praka Bathasar Lermatan dan Praka Silvester Tawuru­tubun. (put), Sumber Koran: Warta Kota (08 Mei 2013/Rabu, Hal. 10)