Selasa, 03 September 2013

SENGKETA PULAU TERLUAR_Menhan: Tak ke Pengadilan Internasional



JAKARTA: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan jika ada sengeketa perbatas­an pulau terluar Indonesia dengan negara tetangga, pi­haknya tak akan mudah membawanya ke ranah inter­nasional apa lagi ke tingkat pengadilan internasional.

"Jika ada kasus sengketa perbatasan, gak usah di pu­tuskan di pengadilan interna­sional, karena Indonesia pu­nya pengalaman menangani kasus Sipadan dan Ligitan ta­hun 2002, yang hasilnya me­nyakitkan bagi bangsa Indonesia," kata Menhan menja­wab pertayaan mahasiswa ba­ru usai memberikan kuliah perdana di Universitas Mercubuana di Jakarta, Senin (2/9).

Kasus Sipadan dan Ligit­an yang dibawa ke Mahka­mah Internasional, dari 17 hakim pemutus, 16 hakim memenangkan Malaysia. Itu menjadi pelajaran berharga.

Indonesia mempunyai 92 pulau terluar dari sekitar 17 ribu pulau-pulau besar dan kecil. Karena letaknya terpisah-pisah tentu punya po­tensi konflik dengan negara tetangga. Oleh karenanya perlu dijaga secara baik me­lalui pembangunan perta­hanan yang kuat.

Ke-92 pulau terluar itu yang dapat dijaga secara baik hanya 12 pulau yang punya letak strategis terhadap penjagaan kedaulatan. Para bin­tara yang masih muda belia, tiap hari melakukan patroli di tengah laut maupun di da­ratan. Di daratan kita serah­kan TNI seperti dari Kostrad, kemudian yang di laut kita percayakan para marinir.

'Tiap hari anggota TNI kita melakukan patroli membawa senjata berat mengawal dan menjaga jalur itu dari ancaman para perompak. Kita perlu membangun ketahanan hingga dapat disegani kawan dan lawan," katanya, seranya menambahkan, saat ini Indo­nesia mempunyai lebih dari 500 ribu tentara yang siap menjaga kedaulatan nasional.

Menurut dia, meski seca­ra anggaran Indonesia lebih kecil dari Singapura, tetapi jumlah personilnya terbesar se ASEAN. "Jadi secara ber­tahap terus akan kita ting­katkan alat utama sistim per­senjataan (alusista) seperti pesawat tempur, kapal peru­sak, roket dan jenis persen­jataan lainnya, termasuk di dalamnya meningkatkan jumlah pasukan," katanya.

Menjadi 10 terbaik Kuliah perdana mahasiswa UMB Jakarta yang dibuka oleh Men­han itu juga dihadiri antara lain Rektor UMB Dr Aris Setyanto Nugroho, Direktur Pin­dad Wahyu Utomo, Wakil Rektor UMB Dr Purwanto SK, Ketua Pelaksana Yayasan Mercubuana Suharjo Subardi dan Kepala Kopertis Wilayah III Jakarta Prof Uza Mayuni.

Menurut Ilza, UMB dari waktu kewaktu terus tubuh baik. Ini terbukti jumlah mi­nat masuk pertumbuhannya cukup besar. "Tadi disebut pak Rektor Aries, saat ini jumlahnya sudah mencapai 23 ribu mahasiswa, karena untuk tahun ajaran 2013/ 2014 sudah mencapai sekitar 5 ribu mahasiswa.

Dalam penilaian Kopertis, UMB juga masuk 10 besar Universitas swasta terbaik," katanya. Karena itu, pihak­nya mendukung berbagai kerja sama yang dilakukan seperti dengan BUMN strategis, Pindad, Departemen pertahanan dan BUMN lain­nya yang terkait dengan pe­ningkatan mutu siswa dan meningkatkan kecintaan pa­da ketahanan negara.Ilza ju­ga memuji UMB yang punya tradisi untuk selalu memang­gil para pejabat atau praktisi untuk membuka kuliah per­dananya. (Kartoyo DS/Ant), Sumber Koran: Suara Karya (03 September 2013/Selasa, Hal. 03)