Jumat, 27 September 2013

Dua Pesan BJ Habibie untuk Negara



Kamis, 26 September 2013 20:52 WIB


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah mantan Presiden BJ Habibie turun dari jabatannya sebagai pemimpin negara, ia berpesan dua hal. Pesan utama yang diminta Habibie adalah pemerintah jangan pernah melemahkan TNI dan jangan ganggu industri strategis.

Alasan Habibie meminta TNI dijaga kekuatannya, karena kekuatan negara Indonesia ada di dalam tubuh tentara. Selain itu TNI, menurut Habibie adalah pencetus ide pembuat pesawat terbang dan kapal.

"Perhatikan dua hal, jangan lemahkan TNI karena itu tulang punggung pejuang bangsa Indonesia," ujar BJ Habibie dalam peluncuran NAM Air, Kamis (26/9/2013).

Hal yang kedua yang diminta Habibie oleh negara agar pemerintah jangan mengganggu industri strategis dalam hal ini teknologi pesawat dan kapal. Karena menurut BJ Habibie, industri strategis, adalah industri yang menampung seluruh pemikiran negara.

"Kedua jangan korek-korek industri strategis suatu wawasan implementasi seluruh bangsa indonesia sejak proklamasi kemerdekaan putra terbaik memberikan apa yang dimiliki," ungkap BJ Habibie.

BJ Habibie pun sedih ketika industri strategis dibubarkan. Pasalnya ada 48 ribu pekerja yang ia pimpin harus mencari pekerjaan sendiri.

Habibie pun terus mendorong para mantan pegawai industri strategis untuk terus maju dan mengembangkan pesawat dan kapal. Para pegawai yang pernah bekerja di bawah kepemimpinan Habibie diminta untuk terus memajukan industri strategis.

"Industri strategis dibubarkan, anak-anak yang saya bina, suruh ganti pekerjaan di luar. Kita akan bangkit yang sementara dihentikan. Kita harus maju terus," ungkap Habibie. (Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama & Editor: sanusi)