Selasa, 03 September 2013

Habiskan Rp 6,4 T, Heli AS Disorot



JAKARTA-Komisi I DPR memastikan akan mengawasi secara ketat pembelian helikop­ter jenis serbu Apache dari Amerika Serikat. Pembelian itu menghabiskan anggaran Rp 6,4 triliun. Kontrak pengadaan heli jenis serbu itu sudah diteken Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro, Senin pekan lalu.

"Adapun yang akan kita awasi adalah bagaima­na realisasi pembelian helikopter itu, sudahkah sesuai syarat? Dimana didalamnya kita sepakat dengan ada syarat dan komitmen alih teknologi, jaminan suku cadang, serta bebas pakai," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Selasa, (2/9).

Sebagaimana diketahui, pembelian Apache sudah direncanakan sejak awal 2013. Namun, TNI AD belum merealisasikannya karena Kementerian Keuangan memasukkannya dalam anggaran reguler sehingga bikin berat. Khawatir biaya operasional terganggu, TNI AD lalu me­minta tambahan anggaran khusus pada APBN 2014. Pada Oktober 2014, helikopter tersebut diharapkan sudah datang lengkap dengan sen­jata dan suku cadangnya.

Sebelumnya, Direktur Program Imparsial, Al Araf, mengatakan pembelian delapan helikopter baru Apache rentan terjadi manipulasi bahwa dari segi tujuan maupun potensinya terjadi pengge­lembungan harga (markup). Karena itu, TNI harus menjelaskan kepada masyarakat mengenai per­setujuan jual beli senjata yang dilakukan antara Kementerian Pertahanan RI dan Amerika Serikat (AS).

"Menteri Pertahanan dan TNI seharusnya menjelaskan apa pertimbangan melakukan pem­belian helikopter tempur Apache. Selama ini jual beli alat utama sistem persenjataan (alutsista) sulit diawasi karena tidak ada lembaga inde­penden yang diberikan akses untuk melakukan penyelidikan, pengawasan dan audit investigatif," katanya saat dihubungi, kemarin.

Al Araf juga mempertanyakan apakah pembelian helikopter tempur Apache ini sudah dipikirkan matang-matang mengingat ancaman yang diha­dapi Indonesia bersifat internal. Karena TNI se­benarnya lebih membutuhkan pembelian helikop­ter angkut dibandingkan helikopter tempur. (dms), Sumber Koran: Indo Pos (03 September 2013/Selasa, Hal. 02)