Jumat, 06 September 2013

City Airport Butuh Lahan 250 Hektare



05 September 2013 | 20:40 wib


SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengembangan bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dengan konsep city airport membutuhkan lahan sekitar 250 hektare. Hingga kini, kesiapan lahan untuk pengembangan bandara di luar landasan yang ada saat ini luasannya baru mencapai 87,9 hektare.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng Urip Sihabudin menyatakan, konsep city airport ini membutuhkan lahan yang luas. Selain memanfaatkan areal tanah TNI yang masih luas, kebutuhan lahan juga bisa direalisasikan melalui reklamasi daratan.

"Dibutuhkan lahan seluas 250 hektare supaya pengembangan bandara bisa bagus, saya kira konsep ini (city airport, red) bisa dipikirkan mengingat lahan TNI yang tersisa masih cukup luas. Karena lokasi bandara dekat dengan laut, reklamasi daratan juga bisa dilakukan untuk menambah kebutuhan lahan," tandas Urip.

Menurut dia, pengembangan bandara semula memanfaatkan lahan milik Kodam IV Diponegoro seluas 67,8 hektare. Namun, dalam perkembangannya kemudian ditambah 20 hektare lagi untuk resapan air dan konservasi.

Sebelum berpikir tentang konsep city airport, pihaknya berharap pengembangan bandara supaya bisa dilanjutkan sesuai rencana awal. Dengan kondisi pengembangan saat ini, bandara nantinya hanya dipergunakan untuk pelayanan penerbangan.

"Konsep pengembangan bandara saat ini hanya untuk meningkatkan fasilitas penerbangan, termasuk sarana pendukung terminal. Kalau ini sudah terselesaikan, baru mulai berpikir ke arah sana (city airport, red)," tegasnya.

Konsep city airport ini menghadirkan banyak fasilitas seperti pusat perdagangan maupun penginapan. Terkait pemanfaatan aset milik Kodam, hal ini terbagi menjadi dua tahapan.

Kerja sama pemanfaatan aset 67,8 hektare antara Kodam IV dan PT Angkasa Pura I sudah terselesaikan. Untuk pemanfaatan lahan 20 hektare, hal ini masih dalam proses penilaian oleh tim penilai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Sebelumnya, General Affair and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani, Anom Fitranggono menyatakan, konsep city airport sulit direalisasikan mengingat sempitnya lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan bandara.

Pihaknya menilai konsep ini bisa dilakukan dengan catatan ada pemindahan lokasi bandara. Pengembangan bandara saat ini sudah paling optimal mengingat adanya keterbatasan lahan. "Kalau Kota Semarang mau punya city airport bisa, tapi harus mencari lokasi lain di luar kota. Untuk pengembangan lebih lanjut, sudah tidak memungkinkan lagi," jelasnya. (Royce Wijaya  /CN38/SMNetwork)