Jumat, 18 Oktober 2013

Antarkecabangan TNI Harus Solid



Kamis, 17/10/2013 - 16:51


NGAMPRAH, (PRLM).- Dalam menjalankan tugas atau bertempur pada medan perang modern, antarkecabangan TNI harus solid. Hal tersebut akan menciptakan kombinasi potensi, sehingga meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas.

Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan TNI AD, Brigadir Jenderal Ariyadi Padmanegara mengungkapkan, penyematan brivet kehormatan dan brivet kualifikasi penembak meriam menjadi salah satu upaya kecabangannya untuk merangkul kecabangan lain.

"Penyematan brivet bertujuan meningkatkan kohesivitas dan jiwa korsa antarkecabangan TNI," ucapnya saat dijumpai di lapangan latihan tembak Pusdikpassus, Kecamatan Batujajar, Kab. Bandung Barat, Kamis (17/10/13).

Pada momentum itu, Ariyadi menyematkan brivet kehormatan kepada tiga perwira tinggi TNI. Di antaranya, yaitu Mayor Jenderal Dedi Kusnadi Thamim (Pangdam III Siliwangi), Letnan Jenderal Lodewijk F Paulus (Komandan Kodiklat), dan Marsekal Pertama Imron Nasution (Kasgar Tap II Bandung).

Penyematan brivet kehormatan, ucap Ariyadi, sebagai bentuk penghargaan Pussenarmed terhadap prestasi pihak penerima. Selain perihal prestasi, tiga perwira tinggi tersebut mampu menjadi teladan sikap profesional, dan memiliki catatan pengalaman tugas yang baik.

"Mereka orang terpilih. Tidak semua prajurit bisa mendapatkan brovet kehormatan," tutur Ariyadi.

Pangdam III Siliwangi, Mayjen Dedi Kusnadi Thamim menuturkan, brivet kehormatan merupakan amanah. Sebagai respons atas hal itu, pihaknya siap memberikan perhatian lebih terhadap kecabangan artileri medan. "Suatu kehormatan mendapatkan perhargaan ini," ucap Dedi.

Sementara itu, Komandan Kodiklat, Letjen Lodewijk F Paulus merespons pemberian brivet kehormatan dengan upaya memajukan armed. Salah bentuk upaya melalui pengajuan penambahan alutsista kepada Kepala Staf Angkatan Darat.

Lebih lanjut Ia mengungkapkan, saat pertempuran, artileri tidak hanya milik armed. Prajurit TNI dari kecabangan lain pun, harus mempunyai rasa memiliki dan mampu mengoperasikan persenjataan armed.

"Menembakan meriam merupakan hal baru bagi kami. Pertukaran keahlian antarkecabangan seperti itu memang diperlukan untuk mendukung kesolidan prajurit TNI," tutur Lodewijk.

Sebelum menyematkan brivet kehormatan dan brivet kualifikasi penembak meriam, pussenarmed mempersilahkan kepada setiap komandan kecabangan dan tamu undangan lainnya untuk mencoba meriam 105/TRK M101 A1. Setiap tamu undangan berkesempatan menembakan dua jenis peluru meriam. (A-206/A-108)***