Jumat, 25 Oktober 2013

Preman Asal Tasik Bersyukur Karena Ditangkap



Kamis, 24 Oktober 2013 10:04 WIB
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

TRIBUNNEWS.COM – Kodam III/Siliwangi menyelenggarakan kegiatan pembinaan terhadap ratusan preman, anak jalanan, pengamen di Dodik Bela Negara TNI AD, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (23/10/2013).

Kegiatan bertajuk pembekalan bela negara terhadap kelompok masyarakat untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang bermoral dan bermartabat menuju masyarakat yang mandiri dinamis dan sejahtera tersebut selain dihadiri oleh jajaran Kodam III/Siliwangi, juga dihadiri oleh Polda Jabar, Ketua Pengadilan Tinggi Jabar, Sekda Pemprov Jabar, Satpol PP Jabar, dan DPRD Jabar.

Sekitar 275 orang tersebut merupakan hasil operasi terpadu pemberantasan premanisme di Jawa Barat yang dilakukan oleh aparat TNI, kepolisian, dan Satpol PP di sejumlah wilayah di Jawa Barat seperti Sumedang, Subang, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Bandung dan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat. Mereka ditangkap karena dianggap kerap meresahkan masyarakat.

Pangdam III/Siliwangi Mayjend TNI Dedi Kusnadi Thamim mengatakan selama beberapa hari mereka akan dikarantina untuk dibekali berbagai pelatihan keterampilan, ilmu keagamaan, kewirausahaan, bela negara, hukum dan pelatihan lainnya.

"Kami berharap setelah selesai dibina di sini, mereka dapat meninggalkan hal-hal negatif, dan memulai kehidupan baru yang lebih baik," kata Pangdam usai membuka pelatihan.

Selain memperoleh berbagai pelatihan life skill, para preman ini diberikan modal usaha oleh seorang pengusaha yang juga Ketua KONI Jabar, Azis Syarif masing-masing Rp 500 ribu. Azis berharap bantuan tersebut dapat menjadi bantuan modal untuk mereka setelah pulang dari Cikole.

Salah seorang warga binaan, Iki (20), mengatakan awalnya kaget ketika dibawa ke markas TNI di Cikole. Terlebih, ketika ditangkap saat itu ia dan dua temannya sedang mengamen di Pasar Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Namun setelah dua hari diinapkan di Cikole, pria asal Tasikmlaya ini mengaku merasa bersyukur karena banyak memperoleh pembekalan dari instruktur mengenai berbagai hal terutama pelatihan keterampilan dan kewirausahaan.

"Saya juga pengen ada perubahan dalam hidup saya. Saya enggak mungkin begini terus, apalagi saya juga pengen punya istri dan anak," ujar pria lulusan SMP ini sambil tertunduk. (Tribun Jabar/zam, Editor: Dodi Esvandi, & Sumber: Tribun Jabar)