Senin, 28 Oktober 2013

Siapkan Markas Leopard di Tengah Jakarta



Minggu, 27 Oktober 2013 , 06:31:00


JAKARTA---Mabes TNI AD sedang merancang sistem pertahanan strategis di tengah ibukota Jakarta. Rencananya, akan dibangun markas bawah tanah untuk menyimpan tank-tank kelas berat (MBT) Leopard yang sudah dibeli dari Jerman.
    
“Masih disempurnakan perancangannya. Itu akan sinergi dengan tata ruang kota Jakarta,” ujar Kadispenad Brigjen Rukman Ahmad kemarin. TNI AD akan membangun pangkalan bawah tanah itu di sekitar rumah susun perwira TNI AD di wilayah Pejambon, Jakarta Pusat. Rumah susun itu sekarang dalam proses pembangunan.
   
Jaraknya tak jauh dari Istana Negara, hanya sekitar satu kilometer. “Memang dirancang agar ibukota bisa diamankan secara maksimal dengan cepat dan mudah,” katanya.
   
Agar lebih hemat tata ruang, maka direncanakan dibangun di bawah tanah. “Kalau pangkalan tank sekarang berada di Divisi I Kostrad di Cilodong, jadi kalau digerakkan ke kota Jakarta tentu akan memakan waktu,” katanya.
   
TNI AD juga merancang sistem pertahanan kota yang juga membangun helipad-helipad di puncak gedung-gedung perkantoran di Jakarta. “Kepentingannya untuk mobilisasi jika ada ancaman keamanan nasional,” katanya.
   
Alumni Naval War of College itu menjelaskan, TNI AD sedang membahasnya dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta terkait konsep tata ruang dan tata wilayah. “Pangkalan bawah tanah itu akan digunakan untuk operasional darurat ketika perang,” katanya.
   
Terpisah, Ketua Komisi 1 DPR Mahfudz Sidiq menilai perencanaan TNI AD itu langkah yang tepat. “Tapi, harus diingat pergerakan pasukan dan tank hanya digunakan untuk keadaan perang, melawan ancaman nyata,” katanya.
   
Mahfudz menegaskan, untuk pengamanan situasi seperti unjuk rasa dan semacamnya, TNI AD tidak perlu terlibat di garis depan. “Untuk fungsi itu serahkan saja pada kepolisian,” katanya.