Kamis, 24 Oktober 2013

Pasukan Elit TNI, Sat Gultor 81 Kopassus




DI kalangan militer (TNI), Satuan .Penanggu­langan Teror (Sat Gultor) 81, salah satu bagian dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bu­kanlah hal yang asing.Namun bagi kalangan sipil, Pasukan yang sangat diandalkan tersebut masih terasa asing.

Pasukan elite di tubuh Ko­mando Pasukan Khusus TNI AD ini diakui sebagai pasukan terbaik ketiga di dunia, setelah Special Air Services (SAS) inggris dan Sayeret Matkal.Anggotanya dipilih dari anggota satuan ba­ret merah yang terbaik.Pasukan elite di dalam elite.

Keberadaan Sat Gultor 81 langsung berada di bawah ken­dali Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus.Ide awal pem­bentukan satuan itu sendiri da­tang dari Kepala Badan Inteli­jen Strategis (BAIS) ABRI, yang saat itu dipimpin Letjen TNI LB Moerdani.

Pasukan ini dibentuk 30 Juni 1982. Awalnya bernama Detase­men 81 (Den-81) Kopassandha dengan komandan pertama Mayor (Inf) Luhut Binsar Panjaitan terakhir berpangkat bin­tang tiga, sedangkan wakilnya Kapten Inf Prabowo Subianto, yang kelak menduduki posi­si Danjen dan terakhir sebagai Pangkostrad.

Untuk menjadikan Satuan anti teror ini mematikan, ke­dua Perwira itu dikirim ke GSG 9 (Grenzschutzgruppe 9), candradimuka pasukan koman­do Jerman, untuk mendalami penanggulangan teror.Sepu­lang dari pendidikan, dipercaya untuk menyeleksi dan melatih para prajurit Kopassandha yang ditunjuk ke Den-81.Para calon prajurit satuan elite itu digem­bleng di Satuan Latihan Sekolah Pertempuran Khusus Batujajar, hingga akhirnya pada 30 Juni 1982 satuan ini terbentuk.

Pembentukannya tak lepas dari kasus pembajakan pe­sawat DC-9 Garuda di Woyla, Thailand tanggal 31 Maret 1981.Namanya sempat berubah men­jadi Satuan 81 Penanggulang­an Teror (Sat-81 Gultor).Lalu sempat juga menjadi Grup 5 antiteror, saat Prabowo men­jadi Danjen Kopassus. Tahun 1996, nama Kopassus kembali mencuat setelah berhasil mem­bebaskan sandera Organisasi Papua Merdeka (OPM). Beber­apa peneliti asing diselamatkan setelah disandera berbulan-bu­lan di belantara Papua.

Dari periode 1995-2001, Den-81 sempat dimekarkan jadi Group 5 Antiteror.Satu­an yang ada di bawah kenda­li Sat-81 adalah Batalyon 811 dan Batalyon 812.Layaknya pasukan khusus antiteror, Sat Gultor 81 ahlinya dalam me­numpas teroris.Sat Gultor 81 sangat diandalkan, seperti pem­bajakan pesawat. Satuan super elit ini juga merupakan pasukan mematikan bila harus bertem­pur di dalam kota, karena me­mang perang kota adalah spesialisasinya.

Kemampuan intelejen dan kontraintelejennya juga tak dira­gukan lagi, maklum salah satu master intelejen negeri ini, Jen­deral LB Moerdani, dibesarkan di Korps Baret merah tersebut.

Satuan ini juga terkenal serba rahasia, sampai-sampai tidak ada keterangan jelas mengenai jumlah prajurit Sat Gultor 81.

Sedangkan pegangan para snipernya, beberapa tidak ter­deteksi.Untuk mengasah ke­mampuannya, Sat. Gultor-81, tak segan-segan melakukan latihan bersama dengan pa­sukan khusus dari AS, Del­ta Force.Beberapa perwiranya pernah mengenyam pendidikan di sekolah komando di negeri Paman Sam tersebut.Salah satunya Letjen (Purn) Prabo­wo, waktu masih aktif di Ko­passus pernah dikirim ke seko­lah komando di Amerika.Sat. Gultor 81 tidak kalah mematikan dibanding pasukan elit mi­lik Arherika atau Israel.Pasti­nya, satuan elit yang ada dan dimiliki TNI saat ini, adalah aset bangsa yang sangat berharga.

Satuan ini dilengkapi dengan berbagai macam senjata khusus seperti Minimi 5,56mm, MP5 9mm, Uzi 9mm, Beretta 9mm,Galil, Colt M16A1/A4, SIG-Sauer 9mm, SPR dan beberapa je­nis lagi sniper khusus. Selain keahlian penggunaan senjata, satuan juga dilengkapi dengan kemampuan perang biologi dan kimia, penanggulangan bahan peledak, bajak udara.

Serangan kilat Sat Gultor 81 kesebuah target, penyelamatan sandera dan pelumpuhan ke­lompok teroris dilakukan dari berbagai arah dengan personel yang terbatas, dan hanya mem­butuhkan waktu hitungan me­nit dengan menggunakan bom kejut, peledakan akses ma­suk dan serangan mendadak.'Saat penyelamatan, dilakukan uji ketepatan menembak yang sangat cepat dan tepat di kanan kiri tempat duduk dengan pe­luru tajam.

Sat-Gultor 81 selalu siap di­operasikan dalam 24 jam, baik untuk penanggulangan teror, operasi intelijen-kontra inteli­jen, perangkota serta juga bajak udara.(ay/berbagai sumber), Sumber Koran: Pelita (24 Oktober 2013/Kamis, Hal. 12)


6.            Baksos TNI Dibarengi Pemberian 300 Sertifikat Tanah
Bekasi,   Proyek Oprasi Nasional Agrar­ia (Prona) yang telah diatur dalam Kepmendagri No 189 Ta­hun 1981 merupakan proses pensertifikatan secara masai se­bagai perwujudan program ca­tur tertib yang pelaksanaannya dilakukan secara terpadu yang ditujukan bagi segenap lapisan masyarakat terutama golongan ekonomi lemah serta penyele­saian secara tuntas terhadap sengketa-sengketa tanah yang bersifat strategis.

Hal itu diungkapkan Ke­pala Badan Pertanahan Nasi­onal (BPN) Kabupaten Bekasi Drs Dirwan A Dachri diruang kerjanya kepada Harian Pelita, Rabu (23/10).

Dirwan Dachri Mengatakan, dalam tahun 2013 ini pihaknya telah menerbitkan 3.500 ser­tifikat hak atas tanah di 24 Desa yang berada di 10 keca­matan Kabupaten Bekasi dengan program prona yang di­biayai APBN.

"Kepala BPN memaparkan, untuk penerbitan sertifikat pro­na yang sementara ini diserah­kan baru tiga Kecamatan yang lainnya masih dalam proses."

Kami menyerahkan secara simbolis Sertifikat dari program prona kepada warga Sukakarya berbarengan acara Baksos TNI yang akan dibuka Kasdam Jaya," ungkapnya.

Lanjut Dirwan yang didam­pingi Subag Tata Usaha, Dedy W menjelaskan, sementara ini pemberian sertifikat baru se­cara simbolis yang nantinya sertifikat yang sudah jadi bisa diambil di Desanya masing-ma­sing merupakan bentuk wujud nyata yang dilakukan TNI ber­sama BPN dalam program pem­berdayaan masyarakat.Disinilah kita memberikan pelayan­an langsung.

Dengan tema one days servicekepada masyarakat dalam acara bakti sosial. "Ini baru simbolis, sisanya diberikan oleh desanya masing-masing," ucapnya.

Kegiatan ini menjadi terobo­san kami untuk melayani ma­syarakat sedekat mungkin.Program larasita merupakan salah satu program yang dilak­sanakan di setiap kecamatan se­hingga diharapkan masyarakat yang ingin mengurus sertifikat tanah bisa datang ke BPN lang­sung tanpa ada pungutan biaya apapun.

"Kita membagikan sebanyak 300 sertifikat dalam bakti sos­ial TNI,"paparnya.

Sambung dirwan, BPN akan selalu berpartisipasi dalam ke­giatan apapun yang di gagas oleh pemerintah.

Jika tujuannya pendekatan dan pelayanan maka pihaknya siap untuk bersinergi bersama dalam mewujudkan one days service. (yot/01), Sumber Koran: Pelita (24 Oktober 2013/Kamis, Hal. 12)