Jumat, 25 Oktober 2013

Perketat Penjagaan



By Asep Haryono 19 hours 41 minutes ago

INFORMASI dugaan pengeboran batu bara oleh perusahaan asal jiran Malaysia, yang ditenggarai masuk wilayah hukum Indonesia, tepatnya Desa Riam Sejawak Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang ditangapi serius Komandan Kodim 1205 Sintang Letkol Inf Anggit Exston Yustiawan.Dandim mengatakan, telah mengintruksikan kepada seluruh anggota TNI yang bertugas di perbatasan untuk tetap waspada terhadap adanya informsi tersebut. “Informasi seperti itu sudah kami tindak lanjuti. Kami sudah intruksikan kepada anggota TNI untuk lebih waspada. Dan kami sudah intruksikan kepada Danrmil untuk terus memonitor, jika ada gerak gerik yang mencurigakan,” ungkap Dandim.

Informasi dugaan pengeboran batu bara oleh perusahaan asal jiran, yang ditenggarai masuk wilayah hukum Indonesia, tepatnya Desa Riam Sejawak Kecamatan Ketungau Hulu, menurut Dandim, sebenarnya sudah pernah ditindak lanjuti. Pada saat itu pemerintah pusat melalui kementrian pada saat Operasi Khatulistiwa sudah ditindak lanjuti. Tetapi belum ada ditemukan tanda-tanda pengeboran batu bara yang masuk ke wilayah Indonesia.

Kendati demikian, diakui Dandim, tak jauh dari wilayah perbatasan Indonesia terdapat perusahaan pengeboran batu bara milik Malaysia, namun perusahaan tersebut beroperasi di wilayah Malaysia. Karena itu, Dandim mengingatkan kepada masyarakat khususnya di perbatasan Indonesia-Malaysia untuk terus melakukan pengawasan. Jika ada informasi yang janggal, masyarakat diharapkan dapat melapor kepada aparat yang bertugas di kawasan perbatasan. “Kalau ada pelanggaran tetap akan segera kami tindak lanjuti,” kata dia.

Ia pun menyatakan, di perbatasan juga ditempatkan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan. Di Kabupaten Sintang sendiri pada saat ini dijaga dari Yonif 403 Wirasada Paratista Diponegoro. Dan, beberapa waktu lalu sudah dilakukan operasi terkoordinasi antara TNI dengan Tentara Diraja Malaysia dalam pengamanan perbatasan. (stm)