Senin, 07 Oktober 2013

Peringati HUT TNI dengan Naik Gunung Tidar Magelang



06 Oktober 2013 | 13:46 wib


MAGELANG, suaramerdeka.com – Dengan latar belakang sejarah yang panjang, Gunung Tidar Kota Magelang menarik perhatian para personel TNI di Indonesia. Bagi mereka, gunung setinggi 503 meter di atas permukaan laut (dpl) ini memiliki makna tersendiri, yakni salah satu tempat menempa pendidikan kemiliteran.

Hal itulah yang mendorong semangat Kodim 0705/Magelang melakukan aksi naik Gunung Tidar dalam rangka memeringati HUT ke 68 TNI tahun 2013 sekaligus HUT ke-63 Kodam Diponegoro, Minggu (6/10). Kegiatan yang dikemas jalan sehat ini didukung pula Komunitas Lembah Tidar (Lemtid).

Tidak kurang dari 600 peserta mengikuti aksi naik ke gunung yang dikenal juga sebagai pakunya pulau Jawa ini. Selain TNI, turut serta juga dari unsur lain seperti anggota kepolisian, staf Pemda, dan Polisi Pamong Praja (PP) serta  masyarakat umum.

Bertolak dari lapangan Koramil 24 Kelurahan Magersari di pagi hari, para peserta berjalan kaki menyusuri lereng Gunung Tidar menuju puncak. Beberapa kilometer berjalan, para peserta sampai juga di puncak dan langsung menggelar doa bersama serta menyanyikan lagu "Syukur".

"Kita bersama-sama menyanyikan lagu Syukur sebagai bentuk rasa syukur kita yang telah berusia 68 tahun. Sekaligus kita berdoa untukpara pendahulu kita yang telah berjuang untuk negara," ujar Dandim 0705/Magelang, Letkol Kav Adang Sumpena di sela-sela acara.

Dia menjelaskan, dipilihnya naik Gunung Tidar karena gunung ini memiliki makna sendiri bagi TNI. Banyak dari anggota TNI, termasuk Presiden SBY pernah ditempa di pendidikan Akademi Militer (Akmil) yang berada tepat di kaki gunung ini.

"Dari gunung ini telah lahir tentara-tentara nasional kita yang hebat. Kita perlu mencontoh mereka dan kita hormati mereka dengan naik gunung ini," katanya.

Jalan sehat dan naik gunung ini juga, kata Adang bagian dari upaya mengakrabkan para personel TNI dengan masyarakat. Ditambah juga dengan adanya senam bersama sebelum berangkat naik gunung dengan harapan tidak ada jarak di antara mereka.

"Termasuk kita juga ingin turut mengangkat potensi pariwisata dari Gunung Tidar ini. Melalui kegiatan ini, kami harap keberadaan gunung ini dapat lebih dikenal luas masyarakat," tandasnya.

Senada disampaikan Ketua Lemtid, Tri Yudho Purwoko bahwa kawasan gunung berhutan pinus ini potensial dikembang jadi objek pariwisata menarik. Terutama wisata alam dan religi dengan keberadaan tiga makam di dalamnya yang banyak menarik perhatian masyarakat. (Asef Amani/CN33/SMNetwork)