Senin, 21 Oktober 2013

PENGHARGAAN TNI_Perangko Seri Konga Diluncurkan



Minggu, 20 Oktober 2013

JAKARTA (Suara Karya): Perangko TNI seri Kontingen Garuda (Konga) pada operasi pemeliharaan perdamaian dunia resmi diluncurkan Kementerian Komunikasikasi dan Informatika. Peresmian pelun-curan ditandatangani Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (18/10).
Turut menyaksikan Dirjen Penyelenggara Pos dan Informasi Kemenkominfo Sukri Batubara, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Pos Indonesia Entis Sutisna serta Kepala Pusat Penerangan TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul. Peluncuran perangko TNI menjadi kedua kalinya. Pada tahun 2010, diluncurkan perangko seri perjuangan Trikora.

Moeldoko menyatakan peluncuran perangko seri kedua ini sebagai wujud penghargaan kepada para prajurit TNI yang telah dan sedang bertugas di berbagai wilayah belahan dunia. Para prajurit Konga ini tergabung dalam Satuan Tugas TNI Kontingen Garuda dalam melaksanakan misi Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB).

Dengan peluncuran perangko ini, harap Panglima TNI, masyarakat mengetahui peran serta TNI dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia. "Jas merah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Itulah akronim tokoh proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia, yang perlu dibangkitkan pemaknaannya," kata Jenderal TNI Moeldoko.

Ia menyatakan, TNI akan melakukan restorasi kebangsaan dan nasionalisme melalui penggalakan kembali penggunaan benda pos yang bernama perangko. Perangko selain tanda pelunasan porto, juga menjadi media menyampaikan pesan mengenai berbagai kepentingan masyarakat, pesan-pesan kebangsaan dan perluasan wawasan keindonesiaan.

"Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Bagi semua komponen bangsa Indonesia, dalam rangka restorasi kebangsaan nasionalisme melalui berbagai upaya guna menghadapi era globalisasi yang cenderung mendegradasi social capital Bangsa Indonesia," tegas Panglima TNI.

Dikatakan Moeldoko, melalui perangko dapat dilihat tonggak-tonggak pencapaian sejauh mana bangsa Indonesia telah berlari untuk membangun bangsanya. (Feber S)