Senin, 26
Agustus 2013 | 22:59 WIB
KEFAMENANU,
KOMPAS.com — Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kopral Satu Benyamin Balok mendapat
penghargaan atas kebaikannya membagikan 10 bingkisan kepada keluarga miskin di
tiga wilayah binaannya, yakni Desa Banain A, Banain B, Banain C, Kecamatan
Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Penghargaan
langsung diserahkan Komandan Kodim (Dandim) 1618 TTU Letnan Kolonel Arm Eusebio
Hornai Rebelo dalam upacara penyerahan bantuan empat sepeda motor untuk empat
babinsa di daerah terpencil, Senin (26/8/2013).
"Kita
selalu memberikan reward dan punishment. Artinya, prajurit terbaik kita akan
hargai tugas yang dilakukan, dan yang melanggar maka kita akan memberikan
hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku di TNI AD. Saya merasa bangga
ketika diberitakan di media bahwa ada prajurit saya yang melakukan tugas yang
melebihi tugas-tugas yang rutin," kata Dandim 1618 TTU Letnan Kolonel Arm
Eusebio Hornai Rebelo.
"Artinya
dia punya naluri kepekaan terhadap kesulitan masyarakat dan warga binaannya
sehingga dia bisa mengambil inisiatif sendiri untuk membantu. Ini luar biasa,
prajurit ini mau berkorban kepada masyarakat yang memang sedang dalam
kesulitan. Ini yang kita harapkan agar semua prajurit bisa seperti itu,"
lanjut Eusebio.
Benyamin Balok
mendapat piagam penghargaan dan uang pembinaan untuk desa binaannya dari Kodim
1618 TTU.
Diberitakan
sebelumnya, Babinsa Kopral Satu Benyamin Balok menyisihkan uang gajinya untuk
membantu warga desa binaannya, yakni Banain A, Banain B, Banain C di Kecamatan
Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara. Gaji Benyamin dengan pangkat kopral
satu sudah pasti tidak terlalu besar. Namun, dia masih bisa menyisihkannya demi
membantu warga miskin di tiga desa yang berbatasan dengan Distrik Oecussi,
Timor Timur, itu.
Benyamin
membagikan 10 bingkisan keluarga miskin bertepatan dengan peringatan Hari
Kemerdekaan Ke-68 RI, Sabtu (17/8/2013) lalu. Bingkisan itu terdiri dari lima
kilogram beras, delapan bungkus mi instan, satu botol minyak goreng, garam,
kopi, dan gula.
Benyamin
mengatakan, langkahnya memberi bantuan ala kadarnya itu merupakan inisiatif
pribadi dan bukan perintah jajarannya. "Saya sudah anggap mereka orangtua
saya, selama ini saya bergaul dan hidup bersama mereka di kampung. Saya tahu
kesusahan yang mereka alami. Saya tidak tega melihat mereka susah," kata
Benyamin.
Benyamin
menuturkan, 10 keluarga yang menerima bingkisan adalah mereka yang sudah tua
dan tinggal seorang diri. "Kebanyakan dari mereka sudah sangat tua dan
tidak mampu bekerja lagi untuk mencari nafkah. Rumah yang mereka tinggali
bahkan tidak layak huni sebab sudah reot, miring; dengan atap ilalang yang
berlubang serta berdinding belahan bambu," papar Benyamin.
"Semiskin
apa pun, mereka masih bagian dari warga negara Indonesia. Hari ini kita rayakan
HUT ke-68 RI. Ini bingkisan saya untuk mereka," tambah mantan anggota TNI
Kesatuan Yonif 745 semasa Timor Timur masih menjadi bagian dari NKRI tersebut. (Editor
: Farid Assifa)