Rabu, 28 Agustus 2013

Sebulan 600 laporan kriminal di Medan



MONDAY, 26 AUGUST 2013 18:03  


MEDAN – Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Medan, Komisaris Besar Polisi Nico Afinta mengatakan, apel kesiapan itu dilakukan untuk menyamakan persepsi. Setelah itu mengkonsolidasikan tenaga yang ada guna mengantisipasi terjadinya tindak pidana di wilayah Kota Medan.

Dikatakan Nico, sinergitas diantara Pemko Medan, TNI dan Polri di dalam melaksanakan pengamanan dan meningkatkan rasa keamanan di Kota Medan menjadi hal yang sangat penting.

“Apel ini adalah awal dari kegiatan kita yang terus berlanjut di dalam mengecek dan menilai mana-mana wilayah yang harus diantisipasi. Lalu akan ada kegiatan secara bersamaan yang melibatkan pemerintah daerah mulai tingkat RT/RW, kepling dan lurah. Sedangkan di kepolisian mulai dari Babinkantibmas dan TNI AD di di Babinsa. Harapannya adalah informasi beredar di tengah masyarakat mengenai adanya tindak pidana bisa masuk dalam forum ini,” ungkap Nico.

Selanjutnya, imbuhnya lagi, di tingkat kecamatan akan dipimpin kapolsek, danramil dan camat. Sedangkan di tingkat kota, Walikota sebagai pintu terdepan. Jadi semua masalah akan diteliti dan dipecahkan bersama baik mengenai anggaran, personil maupun sarana dan prasarana untuk menuju peningkatan keamanan dan kenyamanan warga Kota Medan. 

Dalam kesempatan itu, Nico memaparkan saat ini pihaknya menerima sekitar 600 laporan dari masyarakat setiap bulannya mengenai tindak pidana yang dilaporkan masyarakat kepada pihak kepolisian, khusunya Polresta Medan. Dari jumlah laporan tersebut, paling banyak mengenai pencurian disertai pemberatan seperti orang yang memasuki rumah orang lain mengambil handphone, televisi maupun barang-barang lainnya. Sedangkan yang terbesar kedua adalah pencurian kenderaan bermotor (cunranmor) dan yang ketiga masalah perkelahian.

“Menurut kami masalah-masalah ini bisa dicegah melalui peningkatan siskamling dan pemahanan rasa keamanan kepada masyarakat. Inilah yang akan kami kerjakan sehingga masyarakat akan ikut aktif. Untuk itu kami berharap Pemko Medan segera mengaktifkan kembali siskamling, sebab kami hanya menggerakkan. Harapannya masayarakat ikut tergerak sehingga wujudnya terbentuknya siskamling di seluruh wilayah Kota Medan,” ujarnya. (Editor: SASTROY BANGUN)