Minggu, 14 Juli 2013

RNI Ajari Perwira TNI-AD Berwirausaha di Bidang Pangan

Jum'at, 12 Juli 2013 , 12:15:00

JAKARTA - Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro memberikan pembekalan kepada 186 personil TNI AD berpangkat Kolonel, pada acara Corporate Management Training, dengan tema "Menjadi Wira Usaha dan Professional" di Garuda Indonesia Training Center, Jakarta, Kamis (11/7).

Selama memberikan pembekalan, Ismed memberikan semangat tentang pentingnya membangun budaya ke wirausaha, khususnya usaha di bidang ketahanan pangan. Menurut Ismed, pemberian materi itu berdasarkan tantangan bangsa Indonesia saat ini yakni ketahan pangan nasional yang cukup rawan.

"Kebutuhan pokok nasional saat ini relatif besar. Sayangnya, kebutuhan tersebut dipenuhi melalui pasar impor dari negara lain. Situasi ini seperti dua sisi mata uang. Disisi pertama, gejolak yang terjadi di negara pengekspor akan memberikan dampak negatif bagi kebutuhan pangan dalam negeri. Disisi lain, besarnya kebutuhan pangan dalam negeri adalah pasar atau peluang yang sangat baik untuk dipenuhi," papar Ismed melalui keterangan tertulisnya, Jumat (12/7).

Oleh karena itu, Ismed menganjurkan kepada para peserta untuk mampu memanfaatkan peluang tersebut sekaligus mampu meningkatkan ketahanan pangan dalam negeri.

"Indonesia memiliki sumber daya alam dan manusia luar biasa yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Karenanya, sungguh ironi apabila Indonesia harus menggantungkan kebutuhan pokoknya melalui impor.  Kebutuhan pokok yang masih diimpor tersebut adalah kedelai, gula, daging sapi, garam dan lainnya," terang dia.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, kata Ismed, sesuai dengan potensi yang dimiliki, RNI telah merintis mengembangkan usaha di bidang peternakan sapi terintegrasi, penjualan gula ritel dan pengembangan kedelai, pengembangan perkebunan sawit, dan lainnya.

Pada kesempatan itu pula, Ismed menawarkan untuk berbisnis gula,  plasma sawit, daging sapi kepada para peserta. Kemudian salah seorang peserta menyarankan agar mengembangkan komoditi di daerah perbatasan, sekaligus berfungsi untuk ketahanan keamanan serta mempercepat  pengembangan sebagai solusi terbatasnya ketersediaan lahan. Ismed merespon positif saran itu.


"Saya berharap agar ada tindaklanjut, baik dari Kementerian BUMN selaku pemegang saham maupun pimpinan TNI. Ini saran yang baik," pungkasnya. (chi/jpnn)