Rabu, 24 Juli 2013

Pangdam VI/Mlw Buka Puasa Bersama Di Ponpes Nabil Husein


Selasa, 23 Juli 2013 09:28

Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, S.Ip.M.Si dan rombongan terdiri dari Asintel, Asops, Aster, Asren, Kapendam, Kabintaldam VI/Mlw dan didampingi oleh Danrem 091/Asn Brigjen TNI Gadang Pambudi mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Nabil Husein yang beralamat  Jl.Rapak Indah No.01Kel. Karang Asam Ulu Kec. Sei Kunjang Samarinda, Jum’at (19/7).

Sejak pukul 16.00 Wita usai sholat Ashar, 1.100 santri Ponpes Nabil Husein ini memadati halaman Panti Jompo yang terletak berseberangan dengan komplek Ponpes. Meski hujan turun cukup deras, tak menyurutkan semangat para santri untuk menunggu kedatangan Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Dicky Wainal Usman dan rombongan.

Kehadiran Pangdam VI/Mlw beserta rombongan disambut hangat oleh Pemilik Pondok Pesantren Nabil Husein Samarinda HM Said Amin SH beserta pengurus dan para santri yang dibina.

Pimpinan Ponpes Nabil Husen H Nasikhin dalam sambutannya mengatakan bahwa keberadaan Pondok pesantren (Ponpes) Nabil Husein di Samarinda merupakan gambaran objektif pondok pesantren modern saat ini. Betapa tidak, ponpes yang terletak di Jl. Rapak Indah, Sungai Kunjang ini merupakan salah satu ponpes yang memadukan kurikulum Agama dan umum sebagai sarana mencetak santri berkualitas.

Di tanah seluas 40.000 meter persegi itu, para santri Ponpes Nabil Husein  mengenyam pendidikan formal melalui kurikulum terpadu setiap harinya. Yakni penyelarasan antara kurikulum pesantren dan kurikulum pendidikan umum. Perpaduan itu dimaksudkan agar Ponpes Nabil Husein bisa menyelaraskan antara ilmu dan amal, iman dan taqwa, serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

“Di usianya yang menginjak ke-11 tahun, geliat Ponpes Nabil Husein semakin mengembangkan diri sebagai Ponpes terdepan di Kaltim. Pembangunan Panti Jompo yang terletak di seberang Ponpes adalah salah satu bukti”,Ungkap Pangdam.

Pangdam menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan tersebut terdiri dari  Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI. Di depan ribuan santri Ponpes Nabil Husein, Pangdam menyatakan perlunya seluruh elemen masyarakat Indonesia memahami makna keempat pilar kebangsaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Pangdam VI/Mulawarman juga menerangkan bahwa bangsa Indonesia memiliki 1.128 suku bangsa, 17.400 pulau dengan luas wilayah keseluruhan yakni 1,9 juta kilometer persegi.

Pangdam menjelaskan kondisi bangsa Indonesia saat ini dari keempat pilar kebangsaan masih mengalami masalah. NKRI masih terganggu, UUD 1945 disepelekan dan implementasi Pancasila masih jauh dari keadaan yang sebenarnya.

Begitu juga dengan Bhinneka Tunggal Ika yang masih banyak masalah, ujarnya seraya mengatakan inilah potret masyarakat Indonesia yang terjadi sekarang ini. Oleh karena itu, dia berpandangan perlunya seluruh elemen masyarakat termasuk pemerintah untuk menegakkan empat pilar ini dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya agar rasa kebangsaan tetap kokoh dan kuat.

Khusus pilar Pancasila yang terdiri atas lima sila, dia mengajak masyarakat dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya sebagai falsafah dan pandangan serta dasar negara dan bangsa Indonesia agar tujuan berkehidupan mudah diwujudkan.

"Perlu diketahui bahwa semua aturan baik Undang-Undang maupun lain-lainnya harus mengacu pada Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa". Menurut dia, Pancasila telah terbukti sebagai pemersatu bangsa sehingga perlu mendalaminya.

Sebagaimana diketahui akhir-akhir ini, telah banyak tindakan-tindakan yang terjadi melenceng dari makna Pancasila seperti kerusuhan di mana-mana, nasionalisme dan moralitas semakin menurun dan beberapa lagi yang lainnya.

Pemilik Pondok Pesantren Nabil Husein Samarinda, HM Said Amin SH yang juga Ketua MPW Pemuda Pancasila Kalimantan Timur mengatakan sangat senang bisa berbuka bersama dan saling bersilaturahmi.

Momen seperti ini dapat lebih meningkatkan keimanan para santri, karena mendapatkan dorongan semangat berharga dari Pangdam VI/Mlw. (Penrem 091/ Dispenad)