Senin, 02 September 2013

Mengaku Aparat TNI Kepada Wanita, Ditangkap Pusdikpassus



Jumat, 30/08/2013 - 14:22


NGAMPRAH, (PRLM).- Tim intelijen Pusat Pendidikan Pasukan Khusus TNI AD Batujajar menangkap seorang prajurit intelijen TNI gadungan berinisial SM (45). Penangkapan dilakukan di kediaman mertua SM, Kampung Hawurnyondol, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kamis (29/8/2013).

Demikian diungkapkan Wakil Komandan Pusdikpassus TNI AD Batujajar, Letnan Kolonel Inf Sudaryanto saat ekspose perkara di Markas Pusdikpassus, Jalan Batujajar, Jumat (30/8/2013).

Sudaryanto mengungkapkan, SM ditangkap karena pencemaraan nama baik lembaga, dugaan penipuan, dan penggandaan uang secara ilegal. Dugaan tersebut berdasarkan temuan barang bukti yang diamankan pihak Pusdikpassus.

"Saat penangkapan ditemukan atribut lembaga dan surat tugas palsu, emas putih batangan, uang dua puluh ribu kyat Myanmar, mobil Nissan Xtrail bernomor polisi palsu dan tanpa kelengkapan surat kepemilikan. Selain itu kami pun mengamankan dokumentasi foto penguat dugaan kejahatan, serta sejumlah benda yang sering digunakan sebagai jimat," tutur Sudaryanto memaparkan.

Dalam proses penangkapan, pihaknya mendapatkan informasi dari warga setempat sekitar dua bulan lalu. Pihaknya langsung merespons pelaporan warga, dengan melakukan pengintaian terhadap tersangka.

Setelah mengetahui identitas SM yang mengaku sebagi intelijen TNI ke masyarakat, pihaknya segera mengecek daftar keanggotaan dia di berbagai kecabangan TNI AD. "Ternyata tidak ada. Kami pastikan, SM merupakan warga sipil," tutur Sudaryanto.

Sementara itu, Kapolsek Batujajar, Ajun Komisaris Agus Wahidin menuturkan, pihaknya belum bisa menentukan motif kriminal dan ancaman hukuman kepada SM. Menurutnya, pihaknya masih harus melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kapolresta Cimahi menginstruksikan, supaya kasus itu ditangani Satuan Reserse Kriminal Polresta Cimahi," ucap Agus.

Ketika dikonformasi, SM mengaku tidak pernah mengaku dirinya sebagai intelijen TNI kepada warga setempat. SM menggunakan atribut dan stiker Kopassus di plat nomor mobilnya, supaya terpandang gagah di kalangan masyarakat. (A-206/A_88)

Mencoba Kabur, Pencuri Teriaki Anggota TNI Maling



Jum'at, 30 Agustus 2013 13:35 wib


JAKARTA - Maling Teriak Maling. Takut dikeroyok saat kepergok mencuri di rumah warga Kebon Sayur, Jatinegara, Jakarta Timur, Ahmad Maulana (25), mencoba meneriaki warga lain yang tengah berlari sebagai pelaku pencurian.

Namun Apes, warga yang diteriaki maling oleh Maulana merupakan anggota TNI yang sedang berolahraga. Alhasil bogem mentah pun langsung mendarat di wajah Maulana.

Peristiwa terjadi pada Jumat (30/8/2013) pagi, Maulana mencoba mencuri sebuah kamera di dalam lemari rumah warga, saat itu, pemilik rumah yang memergoki Maulana langsung meneriaki maling.

"Pas mau kabur saya diteriakin maling sama yang punya rumah, karena takut dikeroyok saya teriakin maling lagi sama dua orang yang lagi lari," katanya saat ditemui di Mapolsek Jatinegara, Jakarta Timur.

Namun, pemuda pengangguran ini tidak mengira, dua orang yang dia teriaki maling ternyata anggota TNI yang sedang berolahraga. Mendengar teriakan tuduhan Maulana, salah satu tentara langsung memberikan pukulan tepat di wajah Maulana.

"Enggak tahunya tentara, baru sekali saya teriakin maling langsung dipukul sama tentaranya," jelas Maulana dengan wajah memelas.

Warga kebon Nanas itu mengaku terpaksa mencuri karena tidak memiliki uang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Namun dari keterangannya kepada anggota polisi dirinya mengaku sempat menggukan narkoba jenis sabu.

"Duitnya buat jajan aja, saya udah berhenti pakai narkoba, baru ini jadi maling," ungkapnya.

Kini Maulana, harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Ia diancam Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sumber : www.okezone.com

Kedapatan Mencuri HP, TNI Gadungan Babak Belur Dihajar Warga



Jumat, 30 Agustus 2013 - 09:04


Makassar, Seruu.com - Seorang pria yang mengaku sebagai anggota TNI di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan babak beluk dihajar warga, Kamis (29/8/2013) malam. Pasalnya, pengakuan anggota TNI ternyata hanya menjadi modus untuk melakukan aksi kejahatan dengan mencuri HP dan dompet.

Aksi pria bernama Ariel tersebut terungkap setelah kedapatan mencuri sebuah HP dan dompet di Kelurahan bajoe, Tanete Riattang Timur. Pelaku saat itu mengenakan seragam lengkap TNI bersama ransel masuk ke Warung Mitra. Pelaku yang ikut memesan makanan itu ternyata hanya untuk menunggu moment tepat melakukan aksinya.

Saat warung semakin ramai, pelaku tersebut kemudian beraksi dengan menggasak HP dan dompet pemilik warung yang disimpan di atas meja. Usai makan, pelaku langsung pergi. Namun dihalau oleh sejumlah warga setelah pemilik warung mengaku kehilangan dompet.

Warga kemudian menghubungi nomor telepon korban, Hj Hasnah. Ternyata, HP korban berdering didalam ransel loreng Ariel. Warga kemudian membongkar tas dan mendapati HP dengan dompet.
Warga langsung menghajar pelaku dengan bogem mentah. Beruntung, polisi cepat tiba di lokasi kejadian dan menghalau warga. Polisi juga kemudian menggelandang pelaku ke Mapolsek Tanete Riattang Timur untuk dimintai keterangan.

Di hadapan penyidik, Ariel mengakui semua perbuatannya. "Saya hanya ingin pulang ke Kendari. Makanya saya nekat mencuri. Saya sudah tidak punya uang untuk bayar kapal fery," kata Ariel di hadapan petugas.

Sementara itu, pakaian dan dan atribut TNI yang disalahgunakan itu adalah pemberian kakaknya yang bernama Serka Aditya, yang bertugas di Korem Kendari. [HSB]

Rampas Dana Rakyat, OJK Harus Dibubarkan

01 September 2013 | 23:58 wib

JAKARTA, suaramerdeka.com - Skenario meletakkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan semua kegiatan usaha keuangan bank dan non bank di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus dicurigai sebagai ancaman besar bagi dana buruh, karyawan, PNS, TNI/Polri yang ditempatkan di Taspen, Askes, Asabri dan Jamsostek.

Demikian pernyataan peneliti Indonesia for Global Justice (IGJ) Salamuddin Daeng, dalam siaran pers IGJ, Minggu (1/9) malam.

"Dana buruh, karyawan, TNI/Polri  terancam menguap dikeruk para spekulan. Di tengah tergerusnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang akan berdampak pada perekonomian makro dan jebolnya APBN,  dana rakyat yakni dana asuransi hendak diangkut dalam pasar keuangan dan membiayai defisit APBN. Bila seperti ini OJK lebih baik bubar saja," kata Daeng.

Menurut Daeng, setelah negara gagal memperoleh utang luar negeri, gagal menjual surat utang/obligasi negara dalam jumlah besar, sumber uang yang paling cepat adalah dengan mengambil dana buruh yang tersimpan dalam tabungan jaminan hari tua, jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, untuk dipindahkan ke dalam surat utang negara.
Ini adalah hal yang sangat membahayakan.

"OJK yang tinggal diam bahkan melegitimasi dana buruh JAMSOSTEK digunakan sebagai dana Spekulasi/ JUDI untuk mengamankan harga saham di BEI yang berguguran, merupakan tindakan kriminal yang tidak dapat dibiarkan. Uang buruh, uang rakyat untuk dimobilisasi ke pasar keuangan dan menutup APBN yang jebol jelas merupakan pengkhianatan terhadap rakyat," pungkas Daeng. (Hartono Harimurti/CN37/SMNetwork)