Rabu, 01 Mei 2013

TNI siap layani SMS pengaduan masyarakat



Selasa, 30 Apr 2013 21:02 WIB

Jakarta (Analisa) - TNI bekerja sama dengan empat pengusaha penyedia jasa telekomunikasi (provider) untuk melayani pesan singkat (SMS) "gateaway" pengaduan dan laporan masyarakat dengan kode akses 1978 secara mudah dan cepat.

Inspektur Jenderal (Irjen) TNI Letjen TNI Geerhan Lantara, mewakili Panglima TNI menandatangani perjanjian kerja sama tentang layanan SMS Gateway dengan empat penyelenggara jasa Telekomunikasi (PT. Telekomunikasi Selular Tbk, PT Indosat Tbk, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, dan PT XL Axiata Tbk) di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa.

Layanan SMS Gateway dengan kode akses 1978 merupakan upaya pelayanan pengaduan masyarakat (Dumas) tentang kinerja TNI. Dengan adanya sistem baru tersebut, diharapkan masyarakat dapat melaporkan setiap tindakan prajurit TNI yang melanggar ketentuan berlaku.

Inspektur jenderal (Irjen) TNI Letnan Jenderal TNI Geerhan Lantara, mengatakan, layanan SMS ini sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap upaya mencegah dan meminimalisir kemungkinan adanya penyimpangan / pelanggaran dalam penyelenggaraan tugas pokok TNI, serta realisasi komitmen TNI dalam upaya mewujudkan Transparansi dan Reformasi Birokrasi guna mendukung kebijakan pemerintah menuju pemerintahan yang bersih dan baik (Clean Government and Good Governance).

"Sistem ini akan memantau setiap tindakan prajurit TNI yang melanggar ketentuan yang berlaku," katanya seraya mengatakan keempat provider akan dapat mentransfer informasi dari masyarakat ke server milik TNI.

Kami bertujuan untuk membuka akses kontrol sosial. Setiap permasalahan yang muncul di luar dan dilaporkan masyarakat, akan kami bahas dan dipastikan akan diselesaikan berdasarkan kebenaran, kata Geerhan.

Menurut dia, Panglima TNI sangat konsern menuntaskan suatu permasalahan yang terjadi yang melibatkan anggotanya. Penyampaian informasi yang benar juga sangat dibutuhkan untuk menuntaskan suatu permasalahan.

Irjen TNI menambahkan, layanan ini juga untuk memberdayakan masyarakat dalam rangka ikut serta mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, serta nepotisme termasuk TNI dapat meningkatkan pelaksanaan tugasnya sesuai dengan harapan masyarakat.

Geerhan mengharapkan, layanan Single number kode akses `1978` kedepannya dapat menampung banyak partisipasi masyarakat dalam rangka pengawasan terhadap kinerja TNI secara khusus. MoU itu sendiri akan berlaku selama tiga tahun untuk kemudian diperbaharui sesuai dengan perkembangan teknologi.

Adapun prosedur teknis pelaksanaan partisipasi masyarakat melalui pesan pendek antara lain pengirim mengirimkan pesan pendek ke TNI melalui nomor 1978. Lalu, operator menerima pesan pendek dari pengirim dan meneruskannya dalam bentuk data ke aplikasi server TNI yang diakses melalui internet.

Selanjutnya server TNI menerima data dan masuk ke dalam aplikasi server TNI. Tarif biaya yang digunakan adalah sama dengan tarif pesan pendek biasa sesuai dengan tarif normal. Jadi, tak perlu sungkan-sungkan untuk mengkritik kinerja TNI, ujarnya.

Hari Ini Sertijab Dandim 0702 Purbalingga



30 April 2013 | 08:36 wib

PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Hari ini jabatan Komandan Kodim 0702 Purbalingga diserahterimakan dalam sebuah upacara militer di Korem 071/Wijayakusuma, Purwokerto. Upacara dipimpin Komandan Korem (Danrem) Kolonel Kav Nugroho Tjendakiarto.

Pejabat lama Letkol Arm Jati Bambang Priyambodo menyerahkan jabatannya kepada pejabat baru Letkol Inf Agustinus Sinaga. Letkol Jati selanjutnya bertugas sebagai Kasi Pers Korem 072/Pamungkas di Yogyakarta.

Adapun pejabat baru sebelumnya bertugas sebagai Komandan Secaba Rindam IV/Diponegoro. Letkol A Sinaga beberapa tahun silam pernah bertugas sebagai Komandan Batalyon 406/Candrakusuma, Purbalingga.

''Saya merasakan kebersamaan dan kekeluargaan dalam bermasyarakat selama bertugas sebagai Dandim. Saya bertugas selama dua tahun 10 bulan, tepatnya mulai 9 Juli 2010 hingga 30 April 2013 ini,'' kata Jati.

Kodim 0702 Buka Jalan Tembus Ponjen-Karangjambu



30 April 2013 | 15:16 wib

PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Semula tak ada yang membayangkan akan ada akses jalan yang menghubungkan Desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar-Desa/Kecamatan Karangjambu. Sebab wilayahnya masih berupa hutan dengan bukit terjal, jurang dan berbatu cadas.

Namun berkat kegigihan anggota Kodim 0702 Purbalingga bersama masyarakat, separuh akses jalan tembus itu sudah bisa dibuka. Dari rencana panjang jalan 4,5 km, akses 2,5 km di antaranya sudah bisa dilewati.

Akses jalan sepanjang 2,5 km itu digarap dalam karya bakti tahap I dan II. Masih tersisa 2 kilometer lagi yang akan digarap pada tahun 2013 ini. Namun meski sudah dibuka, jalan tembus itu belum bisa dilewati mobil.

Dandim 0702 Letkol Arm Jati Bambang Priyambodo mengungkapkan, pembukaan jalan baru itu menghadapi tantangan yang berat. Dari medan yang berbukit terjal, naik-turun, bebatuan besar, cuaca, dan alam lain.

''Kami terpaksa meledakkan batu cadas besar karena menutupi jalan. Tidak hanya sekali tapi ratusan kali karena jumlah batunya banyak. Karena memang medan yang dihadapi bukit berbatu yang keras,'' kata Dandim.

Dandim mengungkapkan, pada tahap I dibuka jalan sepanjang 1.300 meter. Kemudian tahap II sepanjang 1.200 meter. Lebar jalan yang dibuka 7 meter. Diharapkan sisa jalan yang tinggal 2 km bisa diselesaikan tahun ini.

''Dengan telah terbukanya jalan ini nanti maka jarak tempuh Karangjambu-Ponjen yang semula sekitar 26 km memutar lewat Karangreja, sekarang bisa ditempuh hanya 8 km. Ini menghemat waktu dan menghemat BBM,'' ujar Dandim.