Senin, 02 September 2013

Kemenhan Dorong PT DI Kembangkan Hli Serang

Sabtu, 31 Agustus 2013 | 09:49 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pertahanan akan mendorong PT Dirgantara Indonesia (DI) untuk mengembangkan helikopter serang, menyusul rencana pemerintah Indonesia membeli delapan unit helikopter serang Apache AH-64 dari Amerika Serikat untuk TNI Angkatan Darat.

"Yang dibutuhkan satu skuadron helikopter serang atau sebanyak 16 unit," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, yang ditemui sesaat setelah peluncuran buku yang ditulis oleh anggota Komisi I DPR Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati berjudul Komunikasi dalam Kinerja Intelijen Keamanan di Jakarta, Jumat (30/8) malam.

Ia lantas menjelaskan,"Kalau kita beli delapan unit helikopter Apache, berarti baru setengah skuadron. Mungkin ada kombinasi, seperti halnya pesawat tanpa awak (UAV), setengah skuadronnya merupakan buatan dalam negeri.

Pengembangan helikopter serang yang dibangun oleh PT DI, kata dia, diharapkan spesifikasi dan kemampuannya tak jauh berbeda dengan helikopter Apache.

"Mungkin spesifikasinya masih di bawah Apache, tetapi kemampuannya tak begitu jauh," harap Menhan.

Purnomo mengatakan bahwa pihaknya telah mengutus Sekjen Kemenhan Budiman, yang saat ini telah dilantik menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), ke Amerika Serikat untuk mengetahui secara pasti detail spesifikasi helikopter serang Apache itu.

"Spesifikasi teknologinya harus jelas betul, yang dibeli seperti apa. Terakhir yang berangkat ke AS adalah Sekjen Kemhan yang saat ini menjadi KSAD," katanya.

Menurut Purnomo, sistem persenjataan sebuah alat tempur sangat memengaruhi harga. Suatu peralatan tempur yang dilengkapi dengan sistem deteksi radar tentu lebih mahal daripada yang tidak ada.

Ia menegaskan bahwa pembelian helikopter Apache merupakan rencana pertahanan jangka panjang. Oleh sebab itu, kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar diharapkan tidak akan berpengaruh banyak terhadap rencana pembelian itu.

Sebelumnya, melalui Kementerian Pertahanan AS, pembelian helikopter serang Apache AH-64 telah disetujui negara adidaya itu.

Kementerian Pertahanan pun menyambut baik dengan berencana menyiapkan satu skuadron helikopter serang Apache AH-64 seiring dengan persetujuan pembelian helikopter dari AS.

Indonesia mengapresiasi komitmen pemerintah AS untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan kemampuan pertahanan melalui berbagai program kerja sama pertahanan (defence cooperation). Salah satunya, seperti pengadaan helikopter serbu Apache. (Ant)

Senjata Rahasia Militer Indonesia Buatan Anak Negeri



Jum'at, 30 Agustus 2013 15:11 wib


JAKARTA - Desing rotor yang berputar nampak mengerikan ketika suara itu berasal dari senapan mesin berukuran besar, berlaras panjang, bahkan memiliki enam laras sekaligus. Seorang berpakaian tentara yang mengoperasikannya tersebut sedikit panik dengan senapan yang tak bisa dikendalikan.

Maklum, senapan mesin enam laras ini masih prototipe dan masih memerlukan banyak penyempurnaan di sana-sini. Tapi tak soal untuk menjadi barang pameran Litbanghan (Penelitian Pengembangan Pertahanan) dalam acara RITech Expo 2013 di areal parkir Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jumat (30/8/2013).

Warnanya hitam legam, tubuhnya kokoh berbobot seberat 90 kilogram, larasnya sepanjang 962,5 milimeter berjumlah enam buah yang dapat memuntahkan 2 ribu butir peluru sekali tembak dalam satu menit.

Tak lagi meragukan, berdiri tepat di depan moncong senapan ini cukup mengerikan meski hanya pameran dan tanpa peluru di dalamnya. Di medan perang, senapan ini efektif untuk menjatuhkan musuh dalam jarak sasaran 800-1.000 meter. Apalagi berdiri tepat di depan moncongnya.

Seorang Letnan Satu TNI-AD menjelaskan senapan mesin ini asli buatan TNI Angkatan Darat divisi penelitian dan pengembangan. Pabrikan 2012 dan masih perlu berbagai pengembangan untuk menyempurnakan.

Meski begitu, senapan yang belum memiliki nama resmi ini mempunyai kelebihan khusus dibanding senapan mesin yang sudah ada sebelumnya. Rancang bangun prototipe senjata mesin multilaras (SMML) kal 7,62 mm, begitu sebutan sang senapan gahar ini.

"Pelurunya menggunakan kaliber 7,62 mm, dan dapat diaplikasikan untuk angkatan darat, laut dan udara," kata Lettu Suryono menjelaskan.

Karya Lain

Tak hanya senapan mesin, TNI-AD juga menciptakan alat penyulingan air tawar yang bisa diminum secara langsung bertenaga panel surya. Letnan Satu lain lagi bernama Joko menjelaskan alat penyulingan ini mampu mengubah air sungai berwarna coklat sekalipun untuk laik minum.
"Air jadi tak berwarna, tak berbau, dan tak memiliki rasa. Dan kami menggunakan panel surya karena untuk markas di daerah-daerah terpencil belum masuk listrik," ujar Lettu Joko.

Selain panel surya, sumber daya mesin penyulingan air tawar ini bisa menggunakan listrik ataupun aki. Lebih lagi, alat ini bersifat portable, atau disebut man-pack, yang bisa dibawa oleh prajurit. Meski bobotnya yang seberat 55kg masih tak biasa untuk digemblok oleh seorang pemuda sipil biasa.

Namun barang-barang pameran tersebut belumlah digunakan secara masal untuk kepentingan TNI. Hanya berupa rancangan yang memerlukan pengembangan lebih lanjut, dengan harapan dapat digunakan untuk keperluan militer Indonesia di masa datang. Sumber : www.okezone.com

Danramil Tewas Ditabrak Mobil Perwira Brimob



Minggu, 01 September 2013 , 05:57:00


SIGLI - Nasib naas menimpa Komandan Koramil Kecamatan Muara Tiga, Pidie, Kapten Inf Irwansyah. Perwira TNI Angkatan Darat tersebut meregang nyawa kemarin malam setelah sepeda motor yang dinaikinya terpental, ditabrak mobil double cabin milik oknum Brimob.

Menurut data dihimpun Metro Aceh (Grup JPNN), Sabtu (31/8) siang, peristiwa terjadi sekira pukul 19.30 WIB. Pelaku yang menabrak korban yakni Danden Pelopor Brimob Lhokseumawe, Kompol Danu.

Kronologis insiden berujung maut dijelaskan Kasdim 0102 Pidie  Mayor Inf Nurul Huda.S.Pd, Kepada Metro Aceh.

"Kejadian itu berawal saat Irwansyah mengenderai sepeda motor. Datang dari arah Saree Aceh Besar menuju Laweung. Setiba di tempat kejadian perkara (TKP), berpapasan dengan mobil daubel cabin yang disopiri oleh  Kompol Danu. Tanpa bisa dihindari dua kenderaan bertabrakan," jelasnya.

Lokasi kecelakaan di letter S Gampong Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Pidie.

"Akibatnya Kapten Irwansyah terpental beberapa meter, langsung tewas di tempat. Kecelakaan itu terjadi karena beberapa meter jalan di sana rusak dan sulit dilalui kenderaan. Korban dibawa pulang dan dikebumikan di Kota Langsa. Kita merasa kehilangan seorang Danramil," tuturnya. Sumber : www.jpnn.com